About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label lowongan pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lowongan pekerjaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 September 2012

sahabatenterpreneur,peluang usaha,lowongan pekerjaan

SIAP MENJADI PENGUSAHA YANG SUKSES DUNIA AKHIRAT

Apakah menjadi seorang pengusaha disebabkan oleh sesuatu yang ada dalam DNA Anda, atau hal itu dapat dilatih? Sebuah penelitian baru dari Babson College menemukan bukti "luar biasa", yaitu bahwa jika mahasiswa Fakultas Bisnis mengambil setidaknya dua mata kuliah kewiraswastaan, itu dapat secara positif mempengaruhi mereka untuk memulai sebuah bisnis.
Profesor di perguruan tinggi Wellesley, yang berada di Massachusetts, menganalisis sebuah survei dari 3.755 alumni, dan ia menemukan bahwa dua mata kuliah kewiraswastaan (atau lebih baik lagi tiga sesi) sangat mempengaruhi keputusan mahasiswa untuk membangun sebuah  start-up . Selain itu, ia juga melihat bahwa menulis  business-plan   dapat memberikan pengaruh ke arah itu, meskipun tidak terlalu signifikan.
"Kini sudah saatnya membuang pertanyaan skeptis, 'Apa perlu belajar kewiraswastaan?' karena sekarang kita memiliki bukti empiris yang membuat perbedaan cara pandang. Kami rasa, kewiraswastaan yang harus diajarkan tidak hanya untuk produksi dan pelatihan pengusaha, tetapi juga untuk membantu para mahasiswa memutuskan apakah mereka memiliki 'modal' yang tepat untuk menjadi pengusaha, sebelum mereka memulai karir yang mungkin tidak cocok bagi mereka," tulis sang Profesor, dalam penelitiannya yang diberi judul "Does An Entrepreneurship Education Have Lasting Value? A Study of Careers of 3,775 Alumni ".
Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada pengaruh apakah si mahasiswa memiliki orang tua seorang pengusaha atau tidak. Juga ditemukan bahwa pria lebih mungkin untuk menjadi pengusaha daripada wanita. Ia juga menemukan sebuah pola, yaitu semakin tinggi pendapatan, semakin kecil kemungkinan para alumni berniat untuk menjadi pengusaha. Di sisi lain juga ditemukan bahwa semakin besar ketidakpuasan mereka terhadap pekerjaan, semakin besar kemungkinan bahwa alumni memiliki niat untuk menjadi pengusaha.
"Pada tingkat yang lebih abstrak, kami percaya bahwa kewiraswastaan harus diajarkan untuk setiap mahasiswa Fakultas Bisnis, karena pada hakikatnya kewiraswastaan adalah asal-usul semua bisnis," tulis sang Profesor. "Tidak akan ada sekolah bisnis, jika tidak pernah ada pengusaha!" lanjutnya.
Sebuah studi pada tahun 2002 di Harvard Business School juga menunjukkan bahwa jika Anda dapat meyakinkan mahasiswa bahwa mereka memiliki modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, mereka akan terjun berwiraswasta.
Profesor Harvard, Howard H. Stevenson, menjelaskan, "Jika Anda menganggap bahwa sebagian besar siswa kami adalah pengambil kesempatan, berorientasi pada prestasi, cerdas, dan pekerja keras (buktinya mereka telah diterima di sini), maka tindakan yang kami lakukan hanyalah memberi mereka 'alat' dan teknik untuk meningkatkan peluang keberhasilan mereka."
Jadi, bagaimana menurut Anda, apakah kemampuan untuk menjadi pengusaha itu bisa dilatih?

Jumat, 07 September 2012

lowongan pekerjaa

.Apa yang Anda inginkan dalam pencapaian karir dan tujuan hudup Anda?
Bank Muamalat Indonesia sebagai bank pertama murni syariah yang berkomitmen untuk menegakkan ekonomi syariah di Indonesia, membuka kesempatan berkarir bagi professional terbaik untuk menduduki posisi fast track yang akan mengantarkan Anda mencapai karir impian dan tujuan hidup Anda:
Muamalat Officer Development Program (MODP)
Kualifikasi:
- Minimum Sarjana (S1) berbagai jurusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif 2,75 pada skala 4
- Memiliki kemampuan bahasa Inggris lisan dan tulisan secara aktif
- Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer minimal Ms Office
- Usia maksimal pada saat seleksi 27 tahun
- Tidak memiliki hubungan keluarga dengan karyawan dan Direksi Bank Muamalat Indonesia
- Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan
- Bersedia menjalani masa ikatan dinas wajib
- Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia
Lokasi Seleksi:
1. Jakarta 2. Bandung 3. Semarang 4. Yogyakarta 5. Surabaya 6. Medan 7. Palembang 8. Makassar
Jika Anda memiliki interest dan kualifikasi yang sesuai silakan mengisi aplikasi online di sini dan mengirimkan CV dan pas foto terbaru Anda ke:

enterpreneur

..Indonesia Butuh 1 Juta Entrepreneur PDF Print E-mail
Written by Christina   
Thursday, 06 September 2012 10:28
SECARA sistematis dan serius, pemerintah terus menggulirkan Gerakan Kewirausahaan Nasional untuk meningkatkan jumlah wirausahawan (entrepreneur) Indonesia dari 1,56% menuju angka 2%. Angka 2% dari jumlah populasi penduduk merupakan parameter dunia untuk menetapkan setiap negara memiliki kekuatan ekonomi standar.
"Jadi, untuk mencapai 2% itu, Indonesia masih butuh sekitar 1 juta enterpreneur untuk menjadi negara berkekuatan ekonomi standar. Jumlah sejuta Itu, merupakan kekurangan 0,44% tersebut. Nah, dari Jumlah itu saya berharap akan datang dari para sarjana dan calon sarjana dari kampus-kampus se-Jayapura," papar Deputi V Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Prakoso Budi Susetyo SE, MM, di hadapan sekitar 270 peserta seminar "Pemasyarakatan Kewirausahaan" di aula Kampus Universitas Ottow Geisser, Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa (4/9).
Koko, demikian sapaan akrab Prakoso, memaparkan seorang wirausaha ialah seseorang yang menemukan produk dan jasa baru yang belum ada di pasar dan bisa memberikan nilai tambah. Bagi sebuah negara berkembang seperti Indonesia, tumbuhnya jumlah wirausaha atau entrepreneur mampu menjadi salah satu lokomotif penarik pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya lebih banyak entrepreneur, tak pelak lagi juga akan ada banyak lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan ini akan diisi oleh banyak penduduk yang kesulitan mendapat pekerjaan.
"Sebagai langkah awal, bukalah peluang usaha yang ada di sekitar lingkungan. Dan yang paling terdekat adalah, hobi kita. Buka dan kembangkan hobi kita menjadi peluang usaha. Yang bekerja dulu, jangan terpaku terhadap modal. Modal akan menyusul, bahkan bisa mencari kita, kita punya usaha kontinu dan berprospek," tegas Koko, sambil menambahkan profesi sampingannya pun, selain sebagai PNS, adalah punya workshop alias bengkel mobil.
"Dan yang paling utama juga, jangan malu untuk berprofesi sebagai entrepreneur. Jangan terpaku, setelah meraih gelar S1, harus punya kerja bagus dan memiliki fasilitas, minimal sepedamotor, misalnya. Jangan Tepis pemikiran atau keinginan tersebut, apalagi sekarang ada kebijakan moratorium penerimaan PNS," papar Koko dalam sambutannya.
Seminar sehari yang dibuka resmi Asda III Bidang Umum Pemprov Papua Drs Waryoto Msi dengan menabuh tifa itu, menyuguhkan tiga pembicara sekaligus, yakni dari Kemenkop UKM Bidang SDM diwakili Asisten Deputi Urusan Pengembangan Kewirausahaan IrTaty Ariati, untuk pembahasan masalah pembiayaan dari Bank Papua, dan kiat-kiat usaha disuguhi salah satu pengusaha derah setempat.
Para peserta seminar itu adalah sarjana dan calon sarjana atau mahasiswa dari universitas dan perguruan tinggi se-Kota Jayapura di antaranya Universitas Cendrawasih, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Umel Mandiri, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Muhammadiyah, Sekolah Tinggi Teologi, Universitas Saint Teknologi Jayapura, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Ilmu Komputer (Sti-mik), Universitas Yayasan Pendidikan Islam (Yapis). Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay, dan Akademi Sekretaris Manajemen Indonesia (ASMI).